SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI DESA WANAMULYA ## Segenap Pemerintah Desa Wanamulya Mengucapkan Selamat SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1439 H, Taqobalallohu minna wa mingkum, Minal Aidiin wal Faiziin, Mohon maaf lahir dan batin##

SEJARAH DESA

photo0915 

1. Legenda dan Sejarah Desa
a. Legenda Desa
Sejarah atau legenda Desa Wanamulya dapat di lihat atau diketahui dari adanya 4 ( empat ) wilayah pedusunan yang ada di Desa Wanamulya yaitu Dusun Wanasari, Grogol, Kemlaten dan Harjomulyo. Desa Wanamulya berasal dari kata “Wana” yang berarti hutan dan “Mulya” yang berarti mulia/makmur. Legenda / cerita Desa Wanamulya dapat dibuktikan dengan adanya peninggalan berupa petilasan tokoh-tokoh yang dianggap sebagai orang yang pertama kali bermukim di wilayah Dusun masing-masing di Desa Wanamulya. Di Dusun Wanasari di temukan sebuah sumur yang bernama sumur “Jalatunda” yang merupakan petilasan peninggalan dari Mbah Wanabadra, seorang Ulama penyebar Agama Islam pada jaman Mataram Islam yang singgah dan membuat sumur tersebut bersama – sama dengan saudaranya Wana Satria & Wana Kusuma, makam beliau dapat di jumpai di daerah Wonobodro Kabupaten Batang. Di dusun Grogol dan Kemlaten terdapat petilasan sebuah sumur “lamaran” dan sumur “Mlati” peninggalan Dewi Roro Rantegan dan Dewi Roro Mlati keduanya adalah istri dari Adipati kandanghaur ( sekarang wilayah Desa Tambakrejo ) yang masih kerabat dari kerajaan Majapahit.
Keberadaan Dusun Harjomulyo berhubungan dengan perkembangan PG. Sumber harjo yang berdiri pada tahun 1911 oleh penjajah Belanda sehingga banyak pekerja yang menetap dan membuat pemukiman di wilayah sekitar pabrik gula tersebut sampai sekarang.

Profil singkat urutan nama – nama Kepala Desa Wanamulya :

1. Ribut Triyono ( 2007 – sekarang )      6. H. Palil
2. H. Wastur DP ( 1989 – 2006 )              7. Kabib
3. Muntasir ( 1979 – 1989 )                        8. H.NurAli (Santa Kerta)
4. Drajat ( 1951 – 1979 )                               9. Kertawana
5. Sarbai ( 1944 – 1951 )                              10. Syeh Maulana Malik Al Habsyi, dst
Pada masa –masa setelah kemerdekaan Di Desa Wanamulya turut mengalami kondisi yang sulit, Pada tahun 1961- 1970 Desa Wanamulya mengalami kondisi keterpurukan dengan kelangkaan pangan, sandang, tanah pertanian tidak bisa di olah, kegiatan masyarakat dibatasi sehingga banyak penduduk meninggal dunia dan mengungsi ke daerah lain yang diakibatkan oleh tekanan dan intimidasi DI / TII yang puncaknya terjadi pembakaran rumah-rumah penduduk dan lahan pertanian oleh DI/TII pada tahun 1961 di Dusun Grogol.

Setelah mengalami Masa-masa yang sulit akibat dari kondisi perubahan politik di Indonesia maka Desa Wanamulya mulai bangkit dengan masuknya program-program bantuan dari pemerintah sehingga dapt merubah kondisi masyarakat menjadi lebih baik.